Jangan Sembarangan! Retinol Tidak Boleh Dicampur dengan 4 Kandungan Ini
Skincare

Jangan Sembarangan! Retinol Tidak Boleh Dicampur dengan 4 Kandungan Ini

Pastinya kamu sudah tidak asing dengan niacinamide, hyaluronic acid, alpha arbutin, hingga retinol, kan? Ya, belakangan ini emang semakin banyak skincare dengan kandungan bahan-bahan tersebut. Namun, tahukah kamu, kalau retinol tidak boleh dicampur dengan beberapa kandungan di atas?

 Alih-alih bikin kulit sehat, retinol yang dicampur dengan beberapa kandungan tertentu justur menimbulkan masalah pada kulitmu, lho. Kira-kira kandungan apa aja ya, Girls, yang tak boleh digabung dengan retinol? Simak ulasan Marsha Beauty berikut ini, yuk!

Bisa menimbulkan efek buruk, retinol tidak boleh dicampur dengan beberapa kandungan skincare tertentu. Jadi, kita harus pintar-pintar nih dalam memilih skincare sesuai concern kulit kita.

Selain disesuaikan dengan jenis kulit, kamu juga harus memperhatikan ingredients-nya. Jangan sampai skincare-mu memiliki kandungan yang sebenarnya tidak boleh dicampur, seperti berikut ini.

Retinol dan AHA

Retinol

Retinol dan AHA banyak ditemukan dalam produk anti-aging. Keduanya punya banyak manfaat dalam mengatasi tanda-tanda penuaan. Sayangnya, kedua kandungan ini tidak boleh dicampur karena manfaatnya justru akan hilang.

Retinol yang dicampur dengan AHA justru bikin kulit kamu iritasi, kemerahan, dan mengelupas. Karena efek sampingnya yang justru merusak kulit, sebaiknya kamu menggunakan salah satu di antara keduanya.

Retinol atau Retinoid dengan Benzoyl Peroxide 

Selain AHA, retinol juga tidak boleh dicampur dengan benzoyl peroxide. Sebenarnya, benzoyl peroxide dan retinol sama-sama bisa menghilangkan acne. Namun, jika keduanya dicampur, benzoyl peroxide akan menonaktifkan molekul pada retinoid. 

Artinya, fungsi retinoid pada skincare khusus kulit berjerawat justru tidak bekerja secara optimal. Akibatnya, jerawat di wajah tidak akan bisa teratasi dengan baik. Kalau kamu tetap ingin memakai keduanya, sebaiknya gunakan secara bergantian, ya.

Asam Salisilat dan Retinol

Tingkat efektivitas retinol dalam mengatasi masalah kulit akan menurun ketika dicampur dengan asam salisilat. Skincare yang menggabungkan kedua bahan tersebut justru akan membuat kulitmu kering.

Padahal, kulit kering cenderung memproduksi sebum lebih banyak agar tetap terhidrasi, akibatnya wajah kamu lebih rentan berjerawat.

Pilihan alternatifnya, kamu bisa pakai skincare dengan kandungan asam salisilat di pagi hari dan skincare dengan retinol di malam hari. Kalau masih worry, kamu bisa konsultasi dengan tenaga profesional untuk penggunaan retinol dan asam salisilat dalam waktu bersamaan.

Retinol dan Vitamin C

Vitamin C juga punya segudang manfaat untuk kecantikan dan kesehatan, salah satunya adalah mencerahkan kulit. Vitamin C dalam skincare juga membantu merangsang produksi kolagen dan kaya akan antioksidan yang mencegah kerusakan pada kulit akibat radikal bebas. 

Kandungan ini juga kerap ditemukan dalam skincare untuk kulit berjerawat dan berminyak. Bahkan, vitamin C juga ampuh melawan tanda-tanda penuaan.

Sedangkan kandungan retinol tak kalah bermanfaatnya. Retinol ampuh untuk mengatasi jerawat, bintik hitam, hingga kerutan di wajah. Namun, ketika kedua kandungan ini dicampur, baik retinol maupun vitamin C tidak bisa bekerja secara efektif.

Empat kandungan di atas tidak boleh dicampur dengan retinol karena manfaatnya akan berkurang. Selain retinol, masih banyak kandungan skincare yang tidak bisa dipakai dalam waktu bersamaan. Sebab itu, sebelum membeli skincare, cari tahu dulu ingredients-nya dan pastikan keamanannya.

Jangan sampai skincare yang kamu pakai justru menimbulkan masalah baru. Kamu bisa baca beberapa artikel lainnya tentang produk skincare yang mengandung retinol disini ya, Girls!

img

Marsha Beauty menghadirkan artikel, review dan konten menarik lainnya seputar trend dunia kecantikan secara lengkap dan update.

Newsletter

Dapatkan info promo menarik & info terbaru dunia kecantikan.