Ketahui Pentingnya & Manfaat pH untuk Kulit Wajah pada Face Wash, Hati-Hati Bisa Bikin Kulit Rusak!
Skincare

Ketahui Pentingnya & Manfaat pH untuk Kulit Wajah pada Face Wash, Hati-Hati Bisa Bikin Kulit Rusak!

Memakai sabun cuci muka ditujukan untuk membersihkan kulit wajah dari kotoran, debu, polusi, dan sisa-sisa makeup yang menempel. Makanya, sabun cuci muka berada pada urutan pertama dalam skincare routine. Namun, menggunakan sabun cuci muka bisa mengubah pH kulit wajah yang normal sehingga bisa menyebabkan kerusakan. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui pH sabun cuci muka sebelum kamu membeli produk facial wash. Selain itu, kamu juga perlu tahu manfaat pH untuk kulit wajah dan cara mengetahui pH sabun cuci muka yang akan kamu pakai. Langsung aja yuk, simak penjelasan Marsha Beauty berikut ini!

Apa Itu pH?

pH adalah skala untuk mengukur tingkat keasaman atau kealkalian suatu bahan, termasuk produk skincare. Bahkan, kulit wajah secara alami juga memiliki tingkat pH tertentu. Skala pH berada pada angka 0 hingga 14. Skala 0-6 dikategorikan sebagai pH asam, skala 7 dikategorikan sebagai pH netral, dan skala 8-14 dikategorikan sebagai pH basa.

Manfaat pH untuk Kulit Wajah

pH normal kulit manusia cenderung asam, yaitu pada range pH 4.5-6.5. Sifat asam pada kulit manusia ini bermanfaat untuk melindungi kulit dari faktor lingkungan yang membahayakan, termasuk bakteri, kuman, dan jamur. Jika pH kulit tidak asam, akan mudah sekali bagi bakteri, kuman, dan jamur untuk menginfeksi kulit sehingga menimbulkan berbagai masalah kulit. pH kulit yang asam juga membuat kulit terlindungi dari polusi, peradangan, dan toksin.

Supaya memiliki kulit wajah yang sehat, kamu harus menjaga kestabilan pH kulit pada skala 4.5-6.5. Oleh karena itu, kamu perlu berpikir panjang sebelum membeli suatu produk perawatan wajah karena pastinya produk tersebut mengandung bahan-bahan kimia yang akan mempengaruhi pH kulit. 

Jika skincare yang kamu gunakan mengganggu kestabilan pH kulit, maka lama-kelamaan kulitmu pasti akan rusak. Penggunaan produk skincare dengan pH yang terlalu tinggi atau terlalu rendah akan merusak skin barrier sehingga skin barrier tidak dapat menahan benda asing untuk masuk ke dalam kulit. 

Baca Juga: Manfaat Peeling Wajah yang Bikin Kamu Lebih PD, Kamu Sudah Pakai Belum?

Pengaruh pH Sabun Cuci Muka Terhadap Kulit Wajah

Sebagai skincare yang berfungsi untuk membersihkan kotoran di wajah, sabun cuci muka pasti memiliki kisaran pH tertentu yang membuat sabun tersebut bekerja secara efektif. Jika kamu pernah belajar kimia di sekolah, kamu pasti ingat bahwa sabun memiliki pH basa, yaitu dari skala 8 hingga 14. Namun, sabun cuci muka sebagai produk skincare sedikit berbeda, Girls. Ada dua jenis facial wash, yaitu soap-free dan soap based.

Facial Wash Soap-Based

Pada dasarnya, facial wash soap-based adalah facial wash yang umum ditemukan yang mengandung sabun. Tentunya, facial wash soap-based ini memiliki pH basa, sehingga harus menggunakan toner setelah mencuci muka untuk mengembalikan keseimbangan pH kulit.

pH sabun cuci muka yang terlalu tinggi atau basa ini bukan hanya menghapus kotoran di wajah, tapi juga bisa menghapus lipid dan protein alami yang dibutuhkan kulit. Sehingga, kulit bisa rusak karena kehilangan bahan-bahan alami tersebut. Makanya, sabun cuci muka jenis ini bisa membuat kulit terasa kering, kesat, mengelupas, dan iritasi setelah pemakaian.

Bukan hanya masalah kulit kering saja yang ditimbulkan karena pemakaian facial wash soap-based, tapi juga masalah kulit berminyak dan berjerawat. Jika minyak alami di wajah disapu bersih oleh sabun cuci muka, maka kelenjar kulit akan memproduksi sebum lebih banyak lagi sehingga memicu penyumbatan pori-pori dan berujung pada timbulnya jerawat. Makanya, usahakan untuk menghindari pemakaian facial wash soap-based ya, Girls.

Facial Wash Soap-Free

Pernah nggak kamu mendengar klaim produk sabun cuci muka dengan pH netral? Mungkin produk tersebut merupakan jenis facial wash soap-free. Sabun cuci muka jenis ini merupakan kebalikan dari facial wash soap-based, yaitu tidak mengandung sabun. Sabun cuci muka jenis ini juga biasa disebut dengan gentle facial wash. 

Karena memiliki pH netral, facial wash soap-free tentunya lebih aman untuk kulit dan tidak berisiko menimbulkan iritasi, kemerahan, jerawat, dan berbagai masalah kulit lainnya. Makanya, kamu perlu menggunakan facial wash soap-free dalam skincare routine-mu supaya kulit tetap sehat dan bersih.

Baca Juga: 4 Rekomendasi Facial Wash untuk Bruntusan yang Bisa Bikin Wajahmu Kembali Mulus

Cara Mengetahui pH Sabun Wajah

Sekarang kamu sudah tahu kan pentingnya pH pada produk sabun cuci muka untuk kulit wajah? Lalu, bagaimana cara mengetahui pH pada produk sabun cuci muka? Tentunya, kamu harus jeli sebelum membeli dengan melihat label produk. Biasanya, ada beberapa produk yang secara terang-terangan menyebutkan bahwa sabun cuci muka tersebut memiliki pH netral. Atau ada juga yang memberi keterangan ‘soap-free’ pada bagian depan kemasan. 

Kalau tidak ditemukan label informasi pH sabun, kamu bisa gunakan kertas lakmus dan mengeceknya sendiri di rumah. Kertas lakmus ada dua warna, yaitu merah dan biru. Jika sabun cuci muka yang kamu punya bersifat asam, maka kertas lakmus merah akan tetap berwarna merah dan kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah. Sebaliknya, jika sabun cuci muka yang kamu punya bersifat basa, maka kertas lakmus merah akan berubah menjadi warna biru dan kertas lakmus biru akan tetap berwarna biru. Jika sabun cuci mukamu bersifat netral, maka tidak akan ada perubahan warna pada kertas lakmus.

Selain menggunakan kertas lakmus, tentunya kamu bisa gunakan pH indikator supaya lebih akurat. Kamu bisa membelinya di toko kimia ya!

Nah, itu dia manfaat pH untuk kulit wajah dan pentingnya mencari sabun cuci dengan pH yang sesuai. Sabun cuci muka yang kamu pakai sudah aman belum?

img

Marsha Beauty menghadirkan artikel, review dan konten menarik lainnya seputar trend dunia kecantikan secara lengkap dan update.

Newsletter

Dapatkan info promo menarik & info terbaru dunia kecantikan.