Punya Teman yang Depresi? Jangan Dijauhi! Begini Cara Menghibur Orang Depresi!
Lifestyle

Punya Teman yang Depresi? Jangan Dijauhi! Begini Cara Menghibur Orang Depresi!

Kadang kita bingung, bagaimana sih cara menghibur orang depresi? Sebagai seorang teman, rasanya kita ikut bertanggung jawab ya jika sahabat kita ini mengalami suatu hal yang buruk? Beberapa contoh hal buruk ini seperti kehilangan anggota keluarganya, sedang mengalami kegagalan, atau pernah mengalami pengalaman yang buruk lainnya. 

Dampak hal-hal yang nggak menyenangkan ini bisa saja terbawa pada kehidupan masa kini, atau kemungkinan terburuknya adalah mengalami gangguan mental. Sebagai sahabat, kita masih bisa kok berteman dengan mereka dengan aman dan menyenangkan. Tentu, yang pertama kita harus memahami dulu ya, ciri-ciri seseorang yang mengalami depresi atau tekanan yang berat dalam hidupnya. 

Baca juga : Toxic Positivity, Semangat yang Justru Menjatuhkan

Ciri-Ciri Seseorang Mengalami Depresi

cara menghibur orang depresi

Nggak semua orang dapat terbuka dan mengatakan, kalau mereka mengalami depresi. Mereka mungkin malu, atau merasa khawatir pada reaksi teman-temannya jika mereka memberitahukannya.

Gejala seseorang mengalami gangguan mental juga sangat beragam, dan harus divalidasi oleh profesional, yaitu psikolog atau psikiater. Setidaknya sebagai teman, kamu bisa memahami beberapa ciri jika mereka mengalami depresi atau gangguan mental lainnya. 

  • Ia tampak lebih murung, sedih, bahkan sering menangis dari biasanya 

  • Begadang sangat larut atau justru terlalu banyak tidur

  • Lebih suka menyendiri, dan terlihat meninggalkan kegiatan sosialnya

  • Ia makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya

  • Terlihat kehilangan konsentrasi, bicara dengan tatapan kosong

  • Memiliki masalah pada gangguan fisik, misalnya pencernaan

Baca juga : Punya Teman Toxic di Lingkungan Kerja? Begini Cara Menghadapinya!

Ini Cara Berteman Baik dan Cara Menghibur Orang Depresi

cara menghibur orang depresi

Kalau kamu sudah mengetahui gejalanya, maka kini kamu perlu memahami bagaimana menyikapi mereka

1. Pelajari tentang apa yang sedang ia alami 

Memiliki gangguan mental sendiri bukan berarti mengalami halusinasi, bipolar, apalagi gila. Di antara kita nggak ada yang bisa sepenuhnya memahami apa yang sedang ia alami. Setidaknya, pelajari saja kesulitan atau kesedihan yang sedang dilaluinya. 

Misalnya, ternyata temanmu memiliki masalah pada keluarganya yang menyebabkannya memiliki kecemasan. Maka, setidaknya pahami tentang kecemasannya, berupa kapan ia mengalami fase tersebut, bagaimana dampaknya pada kesehariannya, dan apa yang ia butuhkan. 

2. Bersikap terbuka, ramah, dan mendengarkan

Kamu nggak perlu langsung to the point menanyakan hal apa yang sedang di alaminya, atau mengajaknya langsung untuk mengunjungi profesional. Kamu bisa memulainya dengan menanyakan kabar, dan mengatakan padanya kalau kamu dapat dipercaya untuk menjadi teman curhatnya. Beberapa kalimat yang bisa membantumu memahaminya, seperti: “Akhir-akhir ini kamu mengalami kesulitan ya, kayaknya? Apa yang sedang kamu pikirkan?” 

3. Tanyakan Apa yang Mereka Butuhkan

Bagi kita, yang memiliki kondisi mental sehat, mungkin saja hal-hal yang mereka lakukan dan pikirkan itu sangat aneh, nggak masuk akal, bahkan terlalu mengada-ngada.

Namun, buang jauh-jauh perasaan ini dan tawarkan hal sederhana untuk membantu mereka. Misalnya membantu memilihkan baju untuk pergi, atau membantu mengingatkan waktu makan dan beristirahat. Details make the mood! 

4. Bantu mereka menemukan dukungan

Opsi terakhir, tentunya membantu mereka untuk menemukan penanganan profesional yang tepat. Kamu bisa menyarankan, atau mencari info lebih jauh tentang layanan kesehatan mental untuk sahabatmu.

Jika mereka masih ragu atau belum siap, coba minta mereka untuk membicarakannya kepada orang tuanya, atau pihak orang dewasa lainnnya agar dapat membantu sebagai opini ketiga dari masalah mereka. 

5. Terus dukung dan tanggapi keadaan darurat

Mungkin saja, dalam perjalanannya, temanmu ini mengalami low, atau kritis dari kondisi mentalnya. Beritahu padanya, kalau kamu selalu mendukungnya, dan siap untuk menemaninya. 

Terlepas dari butuhnya dukungan profesional atau tidak, tapi ia tetap butuh peranmu sebagai sahabat yang baik dan setia. Kamu juga bisa memberikan apresiasi untuk sekecil apapun pencapaian dan kemajuan mereka, ucapkan selamat dan terima kasih karena dirinya terus berjuang. 

Marsha juga mau ucapkan terima kasih ya, karena kamu sudah menjadi teman yang baik untuknya!

img

Marsha Beauty menghadirkan artikel, review dan konten menarik lainnya seputar trend dunia kecantikan secara lengkap dan update.

Newsletter

Dapatkan info promo menarik & info terbaru dunia kecantikan.