Puasa intermiten (intermittent fasting) adalah pola makan yang dilakukan dengan cara berpuasa selama beberapa jam dalam sehari atau beberapa hari dalam seminggu. Selama waktu puasa, Marshalova hanya boleh mengonsumsi air putih, teh tanpa gula, dan kopi tanpa gula. Metode diet ini telah dipopulerkan oleh beberapa ahli kesehatan, seperti Dr. Michael Mosley dan Dr. Jason Fung. Mereka percaya bahwa puasa intermiten dapat menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk menurunkan berat badan, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan fungsi otak.
Ada berbagai macam metode intermittent fasting, tetapi semuanya memiliki satu kesamaan, yaitu membagi waktu dalam sehari atau seminggu menjadi dua periode, seperti periode puasa dan periode makan. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui cara melakukan puasa intermiten untuk pemula!
Manfaat dari Intermittent Fasting
Intermittent fasting menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan, termasuk:
1. Menurunkan Berat Badan
Intermittent fasting dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi asupan kalori secara keseluruhan. Ketika kamu berpuasa, tubuh kamu akan menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk lemak.
2. Meningkatkan Kesehatan Metabolisme
Intermittent fasting dapat membantu meningkatkan kesehatan metabolisme dengan cara meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi peradangan.
3. Meningkatkan Kesehatan Jantung
Intermittent fasting dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Hal ini dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
4. Meningkatkan Kesehatan Otak
Intermittent fasting dapat membantu meningkatkan kesehatan otak dengan cara meningkatkan pertumbuhan sel-sel otak dan mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Parkinson.
5. Menurunkan Risiko Diabetes
Intermittent fasting dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin, sehingga dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2.
6. Meningkatkan Kesehatan Kulit
Intermittent fasting dapat membantu meningkatkan kesehatan kulit dengan cara mengurangi peradangan dan meningkatkan produksi kolagen.
Macam-macam Metode Intermittent Fasting
Ada berbagai macam metode intermittent fasting, tetapi beberapa metode yang paling populer adalah:
1. Metode 16:8
Pada metode ini, kamu berpuasa selama 16 jam dan makan selama 8 jam. Misalnya, kamu bisa berpuasa mulai jam 8 malam hingga jam 12 siang, kemudian makan mulai jam 12 siang hingga jam 8 malam.
2. Metode 5:2
Pada metode ini, kamu hanya makan dengan normal selama 5 hari dalam seminggu, kemudian berpuasa dengan membatasi asupan kalori hingga 500-600 kalori selama 2 hari dalam seminggu.
3. Metode Eat-Stop-Eat
Pada metode ini, kamu perlu berpuasa selama 24 jam sekali seminggu. Misalnya, kamu bisa berpuasa mulai jam 8 malam hari Senin hingga jam 8 malam hari Selasa.
Cara Melakukan Intermittent Fasting untuk Pemula
Jika Marshalova baru memulai IF, penting untuk memulai dengan perlahan dan beradaptasi dengan pola makan ini. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan IF untuk pemula:
1. Pilih Metode IF yang Tepat
Ada banyak metode IF yang berbeda, jadi penting untuk memilih metode yang tepat untuk kamu. Jika kamu baru memulai, sebaiknya pilih metode yang lebih mudah, seperti puasa 16:8.
2. Mulailah dengan Perlahan
Jangan mencoba langsung berpuasa selama 16 jam atau lebih jika kamu belum pernah melakukannya sebelumnya. Mulailah dengan puasa selama 8-12 jam dan secara bertahap tingkatkan durasi puasa kamu seiring waktu.
3. Dengarkan Apa Kata Tubuh
Jika kamu merasa lelah, pusing, atau sakit saat berpuasa, segera makan.
4. Minum Banyak Cairan
Minumlah banyak air, teh, atau kopi tanpa gula saat kamu berpuasa.
5. Pastikan Kamu Mendapatkan Nutrisi yang Cukup
Saat kamu makan, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.
6. Jangan Lupa Olahraga
Olahraga dapat membantu meningkatkan metabolisme kamu dan meningkatkan manfaat kesehatan dari IF.
7. Bicaralah dengan Dokter Kamu
Jika kamu memiliki kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya bicarakan dengan dokter kamu sebelum memulai IF.