“Semua bisa cantik asal ada uangnya”, ungkapan ini tidak salah, karena pada dasarnya semua orang bisa mempermak diri tampil cantik dengan cara yang instan, meski banyak menggelontorkan uang. Salah satunya adalah suntik putih yang juga berisiko bagi kesehatan. Marsha Beauty akan menghadirkan tentang bahaya suntik putih.
Apa itu Suntik Putih
Kulit yang putih masih menjadi ukuran sebuah kecantikan, padahal tidak demikian adanya, semua wanita bisa cantik dengan caranya masing-masing. Mungkin hal ini dikarenakan umumnya wanita Indonesia memiliki kulit sawo matang, jadi memiliki kulit putih adalah sebuah idaman. Tidak sedikit dari mereka yang menempuh cara instan dan rela mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan kulit idaman mereka, salah satunya dengan melakukan suntik putih.
Suntik putih merupakan sebuah cara yang dilakukan untuk membuat warna kulit menjadi putih idaman (lebih terang) dengan cara menyuntikkan zat-zat tertentu ke dalam pembuluh darah. Bagian tubuh yang disuntikkan adalah lipatan lengan dan punggung tangan. Adapun zat-zat yang digunakan untuk suntik putih adalah kombinasi dari glutathione (kolagen), asam tranexamic (transamin), vitamin C dan vitamin E.
Glutathione terdiri dari tiga asam amino utama, yaitu sistein, glycine, dan glutamine. Zat ini memiliki sifat anti-melanogenic yang dapat mencerahkan kulit gelap dengan cara mengubah warna pigmen kuit gelap (eumelanin) menjadi pigmen warna terang (pheomelanin). Sedangkan untuk Tranexamic sendiri merupakan bahan suntik putih yang berfungsi untuk menekan aktivitas plasmin. Vitamin C dan vitamin E berperan untuk melindung kuit dari paparan sinar matahari dan radikal bebas, serta beperan aktif dalam pelepasan kolagen.
Benarkah Suntik Putih Efektif dalam Mencerahkan Kulit?
Sebuah studi dari International Journal of Aesthetics and Anti-aging Medicine mengungkapkan bahwa, sebanyak 95,4% partisipan mengaku mendapatkan efek yang diinginkan setelah melakukan suntik putih sebulan sebelumnya. Partisipan tersebut merasa kulit mereka jadi lebih segar, kencang, dan lebih cerah. Hanya 4,6% dari mereka yang mengaku tidak terjadi perubahan yang signifikan setelah melakukan suntik putih. Dengan demikian, total skor kepuasannya cukup tinggi, yakni 5 dari 7 poin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa suntik putih efektif dalam membuat kuit lebih cerah.
Manfaat Suntik Putih
Selain bisa mencerahkan pigmentasi kulit jadi lebih cerah, suntik putih juga memiliki manfaat dalam mengencangkan kulit karena kandungan kolagen yang disuntikkan ke dalam pembuluh darah. Kita juga bisa mendapatkan efek anti-aging dari proses penyuntikkan yang telah dilakukan. Manfaat lainnya tentu saja adalah dapat mengurangi jerawat, menghilangkan dark spot serta menjaga kelembapan kulit.
Yang harus kamu ketahui sebelum akhirnya memutuskan kulit putih adalah efek yang ditimbulkan dari suntik putih hanyalah mengembalikan kulit ke warna asal kulitmu dulu. Jadi, bukan seperti warna putih cerah seperti yang kamu idam-idamkan.
Efek Samping dan Bahaya Suntik Putih
Masih banyak perdebatan apakah suntik putih aman dilakukan? Adakah dampak, efek samping dan bahaya setelah melakukan suntik putih? Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dari Filipina sempat melarang penggunaan glutathione dalam suntik putih karena memiliki efek samping yang merugikan kesehatan manusia.
Pada dasarnya, setiap bahan dalam larutan suntik bisa berdampak buruk jika digunakan dalam dosis besar. Seperti yang dilansir dari SehatQ, kandungan sebagai zat yang disuntikkan pada suntik putih bisa menyebabkan efek samping bai kesehatan, antara lain:
- Infeksi terutama pada bagian area kulit yang disuntikkan cairan suntik putih.
- Pendarahan, termasuk penggumpalan darah, ruam, luka, gatal, memar pada bagian yang disuntikkan cairan suntik putih
- Glutathione berisiko menyebabkan kran, mual, sakit perut, bahkan diare terutama setelah zat tersebut disuntikkan.
- Tranexamic meningkatkan risiko penyakit tromboembolik seperti keracunan saraf atau kelainan fungsi ginjal.
Sebuah studi dari Science Based Medicine juga mendapati efek samping yang ditimbulkan setelah melakukan suntik putih. Efek samping tersebut adalah menurunnya jumlah zinc dalam tubuh, serta perubahan fungsi tiroid yang memicu terjadinya hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
Apakah Suntik Putih Aman Dilakukan?
Jadi, apakah suntik putih aman dilakukan mengingat banyaknya perdebatan mengenai keamanan serta dampak buruk yang sudah diperingatkan para ahli ini? Suntik putih merupakan prosedur medis yang harus dilakukan dengan pengawasan ahli atau dokter.
Agar lebih aman dan meminimalisir efek samping, lakukan tes terlebih dahulu dengan cara mengambil beberapa cairan lalu dioleskan ke tangan. Tunggu beberapa saat, apakah timbul reaksi? Jika yang terjadi adalah reaksi seperti gatal, atau bengkak kemerahan sebaiknya jangan diteruskan. Yang terpenting dari semuanya ini adalah dengan mengkonsultasikan dengan dokter ya, Girls! (Zahwa Aqilah)